May 30, 2024 | Other Activities
Urban farming di Kabupaten Blitar menawarkan potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberdayakan masyarakat setempat. Meskipun Blitar dikenal sebagai daerah agraris dengan banyak lahan pertanian, konsep urban farming juga dapat diterapkan di sana, terutama di perkotaan yang lebih padat penduduknya.
Salah satu cara untuk menerapkan urban farming di Kabupaten Blitar adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong atau tidak terpakai di dalam kota. Hal ini dapat dilakukan dengan mendirikan kebun vertikal, taman-taman komunal, atau kolam ikan di area perkotaan. Dengan demikian, masyarakat kota dapat menghasilkan sebagian dari kebutuhan pangan mereka sendiri secara lokal.
Selain itu, pendekatan urban farming juga dapat melibatkan penggunaan teknologi pertanian modern seperti hidroponik atau aquaponik. Teknologi ini memungkinkan produksi tanaman secara intensif dalam ruang yang terbatas, seperti di dalam bangunan atau di rooftop. Dengan demikian, urban farming dapat menjadi solusi yang efisien untuk memanfaatkan lahan terbatas di kota.
Selain manfaat ekonomi dan pangan, urban farming juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Produksi lokal dapat mengurangi jejak karbon transportasi makanan, sementara konsumsi makanan segar dan organik dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dengan demikian, urban farming memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu strategi yang penting dalam membangun ketahanan pangan dan memperkuat kemandirian masyarakat di Kabupaten Blitar. Di Kabupaten Blitar banyaknya rumah tangga usaha pertanian urban farming sebanyak 134 rumah tangga dan Usaha Pertanian Perorangan Urban Farming juga 134 Unit
BPS-Statistics Indonesia
Badan Pusat Statistik Kabupaten BlitarJl. Manukwari
Kelurahan Satrean
Kecamatan Kanigoro
Kabupaten Blitar - Jawa Timur
Indonesia
66171
Email : bps3505@bps.go.id